Sabtu, Agustus 30, 2025

Jiwa Merdeka Seorang Pewira Polisi Perupa

Must Read

Seni Budaya | VISIBANGSA.COM – Sejak kecil, dalam diri perupa yang satu ini telah mengalir darah seni yang sangat kental, apalagi Prof. CDL sempat mengasah seni dengan bergabung dalam sanggar seni Sungging Purbangkoro di Magelang.

Di sisi lain, CDL muda memiliki cita-cita mulia yang membanggakan orang tuanya. Dia sangat ingin berguna bagi bangsa dan negaranya. Perlahan cita-citanya mulai terwujud sejak anak muda bernama lengkap Chrysnanda Dwilaksana ini, berhasil lulus menjadi seorang taruna Akademi Kepolisian.

Setelah menjadi Perwira Pertama Polri, selain bertugas dibeberapa fungsi dan satuan Polri, bahkan pernah tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Mozambique.

Alumni Akademi Kepolisian tahun 1989 ini adalah Perwira Polri yang mengutamakan pendidikan dalam hidupnya. Pada tahun 1998 CDL kemudian berhasil menyelesaikan pendidikan S1 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.

Melengkapi ilmu dan pengetahuannya, lalu 2001 merampungkan pendidikan S2 Kajian Ilmu Kepolisian di Universitas Indonesia, kemudian 2005 menyelesaikan S3 pada kajian dan perguruan tinggi yang sama di Universitas Indonesia.

Sementara dalam pendidikan kedinasan, 2006 CDL menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan (SESPIM) Polri. Kemudian, di tahun 2014 selesai pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) Polri. Tak hanya itu, di tahun 2019 CDL juga terpilih untuk mengikuti Lemhanas RI – PPSA.

Pria sederhana yang lahir 3 Desember 1967 itu, kini memiliki pangkat kedinasan dan gelar akademik yang nyaris sempurna, Komjenpol Prof. DR. CHRYSHNANDA DWILAKSANA, M.Si., dengan jabatan sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

Selain sebagai Guru Besar pada STIK PTIK, Prof CDL kerap didapuk sebagai dosen pengajar, pembimbing dan penguji diberbagai Unversitas. Dia juga aktif menjadi narasumber di berbagai kegiatan penelitian ilmiah, forum ilmu Kepolisian, Jurnal dan buku-buku Ilmu Kepolisian, serta yang berkaitan dengan seni budaya.

Buah pemikirannya banyak dituangkan kedalam buku. Pemikiran seperti bagaimana menjadi Polisi yang Berhati Nurani, Definisi Polisi Dalam Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsinya, Polisi dan Pemolisiannya, Safety Driving Centre, Desain Polisi Setelah Tahun 2020 Menuju Indonesia Emas 2045, Road Safety Policing, e-Policing, IT For Road Safety, Smart Policing, Art Policing.

Prof CDL juga sangat aktif dalam kegiatan Seni dan Budaya. Selain sebagai perupa yang sudah sering kali melaksanakan Pameran Lukisan, CDL juga menggagas berbagai ruang diskusi seni budaya, semisal Kongkow Seni, Komunitas Kampoeng Semar, Masdarwis (Masyarakat Sadar Seni Budaya dan Pariwisata). Bahkan juga tergabung dalam beberapa komunitas seperti PERUJA (Perupa Jakarta Raya), Balai Budaya, dan PAKARTI.

Alhasil perjalanan hidup CDL ini menggambarkan “Jiwa Merdeka Seorang Pewira Polisi Perupa”. Menariknya, perjalanan itu bisa juga diselami lewat sejumlah karya lukisnya yang terpajang di sebuah kedai kopi sedehana. Ya, karena terpajang di satu sudut kecil di kawasan Jalan Durentiga Raya Pancoran, tentu semua kalangan sambil ngopi disini bisa menikmati karya perupa unik ini.

Sabtu malam minggu (16/8-2025) lalu Galeri Darmin Kopi kembali menggelar pameran lukisan dengan tema “Sopo Siro Sopo Ingsun” yang merupakan suatu refleksi atas hidup yang menjauh dari manusia dan kemanusiaannya.

Baca juga :

SOPO SIRO SOPO INGSUN, MS Kaban : Ini Falsafah yang Dalam

Pameran kali ini seperti diungkapkan Tri Yuli Prasetyo, Manajer Galeri Darmin Kopi digagas oleh Prof CDL dengan menggandeng karya-karya almarhum Puguh Tjahjono Warudju untuk disandingkan bersama.

Dalam pameran ini ditampilkan 28 karya yang terdiri dari karya mas Puguh sebanyak 12 dengan ukuran, corak dan tahun pembuatan yang beragam. Sementara Prof CDL menampilkan 16 karya dengan ukuran dan media yang bervariasi dalam corak ekspresif dan abstrak. | red

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

TEWASNYA “AFAN” SEORANG DEMONSTRAN : Bukti Kekerasan Dominasi Demokrasi

OPINI SOSIAL POLITIK | VISIBANGSA.COM - Kasus tewasnya Afan Kurniawan dalam aksi unjuk rasa pada Kamis 28 Agustus 2025...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img