Sabtu, Agustus 30, 2025

SOPO SIRO SOPO INGSUN, MS Kaban : Ini Falsafah yang Dalam

Must Read

Seni Budaya | VISIBANGSA.com – Pemerhati budaya MS Kaban menyebut falsafah Jawa “Sopo siro, sopo ingsun” adalah sebuah konsep yang sangat dalam dan kompleks dalam budaya Jawa.

“Secara harfiah, ungkapan ini dapat diterjemahkan sebagai Siapa kamu, siapa aku,” ujar MS Kaban saat meresmikan pameran lukisan karya dua perupa CHRYSHNANDA DL, PUGUH TJ WARUDJU bertajuk Sopo Siro Sopo Ingsun yang digelar bertepatan dengan malam 17-an, lalu di Galeri Darmin Kopi, Jalan Durentiga Raya, Pancoran – Jakarta Selattan.

Filosofi ini, jelas Menteri Kehutanan di era pertama Presiden SBY ini mengajarkan pentingnya kesadaran sosial dan empati terhadap orang lain. Menurutnya, setiap orang harus diperlakukan dengan hormat dan bermartabat, tidak peduli apa latar belakang atau status sosialnya.

“Filosofi ini juga mengajarkan pentingnya kesederhanaan dan kesadaran akan diri sendiri,” ungkap Kaban yang malam itu seperti biasa tampil memakai iket sunda warna putih.

Sabtu malam minggu (16/8-2025) itu Galeri Darmin Kopi kembali menggelar pameran lukisan dengan tema “Sopo Siro Sopo Ingsun” merupakan suatu refleksi atas hidup yang menjauh dari manusia dan kemanusiaannya.

Pameran kali ini jelas mas Yuli, Manajer Galeri Darmin Kopi digagas oleh Chryshnanda Dwilaksana (Prof CDL), seorang Perwira Tinggi POLRI yang sudah lama aktif melukis dan berpameran, baik tunggal maupun bersama.

Baca juga :

Jiwa Merdeka Seorang Pewira Polisi Perupa

“Kali ini menggagas Pameran Tribute dengan menggandeng karya-karya almarhum Puguh Tjahjono Warudju untuk disandingkan bersama dalam sebuah pameran,” ujarnya.

Pameran dilakukan sebagai penghargaan untuk almarhum mas Puguh yang semas hidup telah memberikan perhatian dan kinerjanya sebagai Pegiat Seni, Perupa, Dosen dan Kurator mendukung perkembangan Komunitas Seni Rupa di Jabodetabek.

Dalam pameran ini ditampilkan sebanyak dua puluh delapan karya yang terdiri dari karya mas Puguh sebanyak dua belas buah dengan ukuran, corak dan tahun pembuatan yang beragam. Sementara Prof CDL menampilkan enam belas karya dengan ukuran dan media yang bervariasi dalam corak ekspresif dan abstrak. | red.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

TEWASNYA “AFAN” SEORANG DEMONSTRAN : Bukti Kekerasan Dominasi Demokrasi

OPINI SOSIAL POLITIK | VISIBANGSA.COM - Kasus tewasnya Afan Kurniawan dalam aksi unjuk rasa pada Kamis 28 Agustus 2025...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img