News & Talks | VISIBANGSA.COM | Dari lingkungan Pesantren Persatuan Islam (PPI 337) di Cinaya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Dr. MS Kaban menggulirkan seruan serius penyelamatan hutan Jawa Barat.
Dalam kunjungannya pada rangkaian Pekan Amal Haflah Imtihan 1447, Jumat (6/02-2026), Kaban menegaskan pentingnya melibatkan santri dan pelajar sebagai garda depan pemulihan lingkungan.
Menyoroti tutupan hutan Jawa Barat yang masih berada di kisaran 19 persen, Kaban mengingatkan ancaman nyata longsor dan banjir, terutama di kawasan hulu.
“Tidak ada obat paling ampuh selain menanam kembali,” tegasnya.
Ia mendorong program Hutan Santri, di mana pesantren menjadi pusat pembibitan dan penanaman pohon, sekaligus ruang pendidikan ekologis bagi generasi muda.
Menurut Kaban, Pesantren Persis Cinaya memiliki modal kuat sebagai percontohan pesantren ramah lingkungan. Proporsi bangunan yang minim dan kawasan hijau yang luas dinilainya ideal untuk dikembangkan sebagai miniatur hutan santri dengan tanaman bernilai ekologis dan ekonomis.
Gagasan penyelamatan hutan itu diperkuat dengan dorongan wakaf hutan yang dipelopori ormas keagamaan terbesar di Jawa Barat, Persatuan Islam.
“Wakaf kawasan hutan diharapkan menjadi instrumen ibadah sekaligus mitigasi bencana, di mana tanah yang diwakafkan dijaga selamanya sebagai kawasan hutan demi kemaslahatan umat, ” tegas Al-Ustadz Drs. KH Uus M Ruhiat .
Program ini mendapat dukungan dari Balai Pengelola DAS Citarum–Ciliwung, yang menilai keterlibatan santri dan pelajar dalam pembibitan dapat membantu memenuhi kebutuhan bibit dan meningkatkan tutupan hutan Jawa Barat menuju target ideal 30 persen.
Dari pesantren, Kaban menegaskan pesan sederhana namun mendasar: menanam hari ini adalah menyelamatkan masa depan Jawa Barat. | Tim Lipsus Visibangsa



